Total Tayangan Halaman

Sabtu, 27 Februari 2016

My Campus

 

 

 

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

"Memulai Bisnis Tanpa Modal Dan Tanpa Rugi"

 

 


                                          disusun oleh :

Dominikus Putra Raharja Setyo Irawan

15.11.8586


STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2016

 

 

- ABSTRAK 

Peluang usaha adalah sebuah ruang kreasi yang independent dan mandiri . 
Dan bukanlah sebuah kegiatan yang cuma ikut-ikutan dengan orang lain demi mengikuti suatu trend dan gaya hidup semata,
 tetapi untuk Bisnis dan pengertian bisnis itu sendiri adalah serangkaian usaha   yang dilakukan 1 orang atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa mereka untuk mendapatkan keuntungan 
atau laba. 

dan dimana setiap pengusaha harus siap untung dan siap rugi, bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. 


-Bab I :
Bisnis Dropship
Sistem dari bisnis dropshipping itu sebenarnya cukup sederhana. Penjual/ pengecer memilih beberapa produk dari supplier yang akan dijual, kemudian mengambil beberapa foto dari produk, foto diupload ke media pemasaran disertai dengan keterangan singkat. Bila terjadi pembelian, maka si konsumen akan memilih barang yang ingin dibeli dan mengirimkan uang sesuai dengan harga barang yang Anda tentukan.
Si penjual/ pengecer kemudian melanjutkan proses pembayaran tersebut ke supplier barang dan memberikan informasi barang yang dibeli beserta data si pembeli. Penyedia barang atau supplier akan mengemas barang yang dibeli dan mengirimkan barang kepada konsumen atas nama Anda sebagai pengirimnya.
Bisnis dropship ini memang terlihat sangat mudah dikerjakan, bahkan si penjual dapat menjalankan usahanya dari mana saja, yang penting ada koneksi internet dan gadget yang mendukung. Namun, tentunya tiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan bisnis dropship ini.
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan bisnis dropshipping:

I. Kelebihan Bisnis Dropship

1. Tanpa Modal Besar
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bisnis dropship bisa dijalankan tanpa harus mengeluarkan modal yang besar. Pengecer bisa menjual produk secara online melalui situs media sosial (Twitter, Facebook), blog gratis, melalui aplikasi messenger smartphone, dan melalui forum-forum jual beli misalnya seperti kaskus. Tentunya penjual harus mengeluarkan modal untuk biaya internet.
2. Sangat Praktis
Sebagai seorang dropshipper, kita tidak perlu pusing berurusan dengan proses pengadaan barang, proses pengemasan, dan proses pengiriman barang ke konsumen karena semua proses tersebut sudah menjadi tanggungjawab si supplier. Selain itu, kita juga tidak perlu pusing dengan proses perencanaan bisnis yang cukup kompleks yang dilakukan oleh supplier.
3. Dapat Dikerjakan Dari Mana Saja
Bisnis dropship bisa kita kerjakan dari mana saja, asalkan kita punya koneksi internet dan juga gadget yang memadai. Hubungan dengan pihak supplier atau konsumen tetap bisa terjalin dengan baik yang bisa dilakukan secara online, misalnya melalui email, chating, dan media sosial.
4. Tidak Ada Biaya Operasional
Tidak seperti bisnis konvesional yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, bisnis dropship bisa dijalankan dengan biaya operasional yang sangat kecil, atau bahkan tanpa biaya operasional. Biaya yang biasa dikeluarkan oleh sebuah usaha adalah untuk biaya listrik, gaji pegawai, dan biaya sewa tempat. Sedangkan bisnis dropship, kita hanya mengeluarkan biaya yang sangat kecil, seperti biaya koneksi internet dan modem.

II. Kekurangan Bisnis Dropship

1. Keuntungan Kecil
Keuntungan yang bisa diambil oleh dropshipper biasanya kecil. Memang bisa saja si penjual menaikkan harga yang lebih tinggi, tapi tentu saja itu sangat beresiko karena bisa merusak kepercayaan konsumen. Dropshipper biasanya tidak akan menetapkan harga yang jauh dari harga yang sudah ditetapkan oleh supplier.
2. Info Stok Barang Tidak Up to Date
Info tentang ketersediaan barang tidak bisa diketahui langsung oleh dropshipper karena data tersebut ada pada supplier. Bisa saja sebuah produk yang akan dibeli melalui dropshipper ternyata telah habis dan informasinya belum terupdate di website si supplier barang.
3. Sulit Menjual Barang Yang Belum Pernah Dilihat
Ketika seorang konsumen bertanya lebih detail tentang sebuah barang, biasanya dropshipper kurang bisa menjelaskan tentang detail barang tersebut karena memang dia kurang memahami produk tersebut. Kebanyakan dropshipper hanya fokus pada pemasaran tanpa mengetahui detail dan spesifikasi barang yang dijual. Hal ini tentunya akan mempengaruhi niat konsumen untuk membeli produk tersebut, dan biasanya memang konsumen tidak jadi membeli barang tersebut.
4. Orang Yang Mendapat Komplain
Bisa saja supplier mengirimkan barang yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau proses pengiriman terlambat. Dan ketika hal itu terjadi, tentunya konsumen tersebut akan komplain. Si pembeli tidak akan komplain pada si supplier tapi ke dropshipper/ pengecer. Setiap kali si pembeli kecewa/ tidak puas dengan barang yang dikirim atau proses pengiriman terlambat dari supplier, dropshipperlah yang akan selalu menerima keluhan dari pelanggan.

Tips Singkat Memilih Supplier Untuk Bisnis Dropship

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sebagai dropshipper harus selektif dalam bekerjasama dengan penyedia barang atau supplier. Bisnis ini hanya akan bisa berjalan dengan baik bila dropshipper bekerjasama dengan supplier yang bisa menjamin kualitas pelayanannya.
1. Pilihlah supplier dari wholesale atau grosiran. Biasanya penjual grosiran tidak mau mengambil untung besar per barang yang dijual, tapi pada banyaknya jumlah barang yang dijual.
2. Pilih supplier yang sudah memiliki sistem yang sudah jelas, mulai dari proses pemesanan, proses pengecekan barang, proses konfirmasi pembelian, hingga proses pengemasan dan pengiriman barang ke konsumen.
3. Pilihlah supplier yang mudah dihubungi. Namun, kita harus mengerti bahwa supplier biasanya tidak mau berlama-lama untutk menerima telepon atau chating dengan Anda karena mereka harus melayani banyak dropshipper lainnya.
4. Biasanya supplier akan menanyakan nama dropshipper dan nama toko online si dropshipper. Ini diperlukan untuk data pengirim barang ke si pembeli, supplier akan menuliskan nama atau toko online si dropshipper di kemasan barang yang dikirim ke pelanggan.
Demikianlah penjelasan singkat tentang bisnis dropship, yaitu peluang bisnis online tanpa modal yang bisa Anda jalankan dari mana saja. Dari pengalaman saya berbisnis dropship, ada beberapa calon pembeli yang ternyata hanya bertanya-tanya saja dan tidak jadi membeli. Terkadang pertanyaan demi pertanyaan yang mereka ajukan akan menghabiskan waktu. Jika Anda ingin menjalankan bisnis dropship, maka Anda juga harus mempersiapkan diri menghadapi hal-hal seperti ini.
 


 

- See more at: http://www.usaharumahan19.com/2014/07/ini-dia-cara-memilih-peluang-usaha.html#sthash.7GUvrxqm.dpuf

Bab II : Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube

Seperti prinsip bisnis yang kita ketahui selama ini, di mana ada keramaian maka di sana akan ada banyak uang atau potensi keuntungan. Dan memang benar, sekarang ini ada banyak sekali orang yang menghasilkan uang dari video-video yang mereka unggah ke YouTube, bahkan ada orang yang menghasilkan uang hingga ratusan juta rupiah per bulan hanya dari video yang mereka unggah ke YouTube. Dari manakah uang tersebut? Berikut ulasan singkatnya.

YouTube Membuat Dunia Maya Terlihat Nyata

Salah satu alasan mengapa YouTube sangat digemari oleh pengguna internet adalah karena YouTube memberikan konten video yang terlihat nyata. Berbeda dengan konten gambar atau teks yang tidak terlihat ‘hidup’ di mata para pengguna internet. Berbagai konten video yang ada di situs YouTube diunggah oleh para penggunanya dengan tujuan yang berbeda-beda.
Ada pengguna YouTube yang mengunggah video untuk tujuan bersenang-senang, ada yang ingin mempromosikan bisnis dan event, ada yang bertujuan ingin berbagi kepada orang lain, dan lain-lain. Semua pengguna internet pasti lebih suka dengan konten yang terlihat REAL dan atraktif, itulah sebabnya mengapa pengguna internet betah berlama-lama berada di YouTube

Artikel ini semata-mata hanya memberikan informasi langkah-langkah yang perlu dilakukan agar bisa menjadi mitra YouTube dan menghasilkan uang dari layanan mereka. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Membuat Akun YouTube

Tidak sulit untuk membuat akun YouTube, jika Anda pernah membuat akun di salah satu produk Google (misalnya Gmail) maka akun tersebut bisa kita gunakan untuk membuat akun di YouTube. Langkah pertama adalah login ke akun Google Anda (misalnya Gmail), setelah itu buka situs YouTube.com 

2. Mulai Mengupload Video ke YouTube

Agar bisa menghasilkan uang dari YouTube, kita harus memiliki konten video original yang di-upload ke Channel kita di YouTube. Konten video ini harus milik Anda sendiri atau video yang materinya tidak melanggar hak cipta orang lain, mulai dari materi videonya (video clip, image, logo) sampai back-sound. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan ide konten video, kita bisa membuat video unik dengan merekam kegiatan sehari-hari yang unik (misalnya memancing), video tutorial, merekam saat bermain gitar, dan lain-la

3. Tingkatkan Popularitas Channel YouTube Anda

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan popularitas Channel YouTube. Diantaranya adalah:
  1. Rajin mengunggah video yang bermanfaat, unik, dan menarik. Perhatikan juga kualitas video yang Anda buat, sebaiknya video tersebut memiliki resolusi yang baik dan tampilannya jelas.
  2. Fokus mengunggah konten yang sesuai dengan niche atau minat Anda. Bila Anda memiliki keahlian dalam bermain gitar, maka fokuslah membangun video yang berhubungan dengan gitar. Misalnya Anda bisa membuat cover gitar untuk lagu penyanyi terkenal atau pemain gitar terkenal. Dengan begitu Channel Anda akan mudah dikenali oleh para pengguna YouTube.
  3. Ajak audiens Anda untuk menjadi subscriber Channel YouTube Anda. Semakin banyak subscriber Anda maka peluang untuk mendapatkan views lebih banyak pada video-video Anda akan semakin besar.
  4. Promosikan video atau Channel YouTube Anda ke media sosial lainnya 

4. Mendaftar Ke Google Adsense

Walaupun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari YouTube, namun sebagian besar orang lebih memilih menggunakan program Google Adsense untuk me-monetize konten video mereka. Biasanya Channel yang memiliki video dengan banyak views akan mendapatkan undangan langsung dari Google Adsense. Tapi bila kita belum mendapatkan undangan tersebut, kita bisa mendaftarkan diri ke Google Adsense.

Bila sebelumnya Anda sudah memiliki akun Google Adsense, maka Anda tidak perlu mendaftar lagi. Yang perlu dilakukan adalah cukup menghubungkan akun Google Adsense tersebut ke akun YouTube Anda, tentunya email yang digunakan harus sama. Setelah akun Adsense terhubung dengan akun YouTube, maka Anda tinggal menunggu earning yang masuk dari video-video Anda.